- PIJAKAN FILSAFAT HEGEL
Bagi Hegel, pengetahuan tidak diperoleh melalui
proses satu arah dari subjek (manusia yang mengetahui) kepada objek (yang
diketahui). Pengetahuan dalam konstruksi Hegel bersifat timbal balik (reciprocal). Hegel menyebutnya dialektis.
Apa yang saya ketahui dan saya yang mengetahui saling mengembangkan.
Pengetahuan, dengan demikian, adalah hasil proses yang terus menerus menjadi (ongoing process), dimana yang mengetahui
(knower) dan yang diketahui (known) saling mempengaruhi dan mengembangkan.
Kebenaran, atau pengetahuan sejati tidaklah dapat
ditemukan hanya dengan memeriksa situasi atau masa tertentu dalam kehidupan
manusia. Pengetahuan sejati sesungguhnya mewujudkan atau memperlihatkan diri
hanya melalui proses perkembangan yang terjadi dari dalam perjalanan sejarah.
Maka satu-satunya cara untuk mencapai realitas sejati atau kebenaran adalah
dengan menggunakan pendekatan historis.
Proses mengetahui ini mengandai dua konsep
penting. Pertama adalah absolut (das Absolute).
Kedua, adalah roh (Geist). Kata
absolute atau mutlak disini tidak berarti “harus” atau tidak dapat
ditawar-tawar, melainkan lengkap, penuh dan menyeluruh. Bagi Hegel, yang
absolut adalah keseluruahan realitas pada dirinya sendiri, yang dapat diketahui
manusia (knowable reality). Mengenal
yang absolut berati mengenal realitas yang sebenarnya, bukan semata persepsi
atau gagasan mengenai realitas itu. Pengetahuan absolut sendiri bermakna
pengetahuan yang bebas dari bias atau distorsi, menyeluruh, tidak tergantung
pada konteks atau kondisi tertentu dan tanpa inkonsistensi internal. Pada
pengetahuan absolut, proses dialektis berhenti, karena pengetahuan ini tidak
dapat lagi dilampaui.
Yang absolut hanya mungkin sepanjang ada roh –
yang disebut Hegel:”roh absolut. Roh absolut adalah kesadaran yang mengenal
dirinya sendiri. Roh absolut nantinya merupakan pengetahuan manusia, lewat
kesadarannya, mengenai realitas sesungguhnya.
Dalam perjalanan sejarah, roh absolut dapat
ditemukan dalam setiap peristiwa, baik yang indah atau yang buruk, yang memang
harus terjadi (necessary) demi
bertahannya roh absolut. Perjalanan Roh dalam sejarah menuju pengetahuan
sejati, memang ditempuh melalui proses dialektis.
Sistem filsafat spekulatif Hegel merupakan
pertemuan antara kontigensi (contigency)
dan keharusan (necessity).
Bertolak dari metafisika yang telah dirintis
Immanuel Kant, Hegel menegaskan bahwa proses dialektis rasional dimulai dari
pengalaman indrawi langsung yang membentuk pengetahuan manusia secara pasti
(sense-certainty).
Refleksi rasional selalu memuat pertimbangan
universal atau umum, yang berfungsi untuk mengubah pemahaman kita mengenai
immediasi sebagai aspek partikular yang muncul begitu saja dalam, terlepas dari
refleksi intelektual. Mediasi rasional selalau mempertahankan isi esensial
aspek-aspek pengalaman atau perasaan langsung.Aspek-aspek ini mengalami proses
yang disebut Aufhebung, yaiotu dilampau tapi tetap terpelihara dalam proses
dialektis. Ketika proses rasional berlanjut, hasilnya semakin lama semain
rasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar