Sabtu, 14 April 2012

TEHNIK MENGHITUNG z DAN DENSITY




  1. Nilai Z diperoleh dari nilai Proporsi kumulatif yang dikonfersikan ke nilai tabel distribusi Normal Baku (Z) ……….

Contoh : Hasil perhitungan dari sebuah variabel untuk rentang nilai 1 sampai 5 mendapatkan nilai frekuensi dan proporsi  serta proporsi kumulatif sebagai berikut

(a)    frekuensi = banyaknya jumlah pilihan untuk skor. Jika frekuensi skor 1 adalah 109 itu artinya ada 109 responden yang memilih skor 1, dst......(lihat tabel bawah)
(b)   Proporsi adalah nilai frekuensi dibagi dengan total pilihan responden. Nilai proporsi untuk skor 1 adalah 0,061 adalah hasil dari nilai frekuensi 109 dibagi total pilihan sebanyak 1785 (109+746+682+152+95) adalah 0,061064425 disederhanakan 0,061.....dan seterusnya...............(lihat tabel lajur P).
(c)    Proporsi kumulatif di dapat dari akumulasi nilai proporsi yaitu nilai terendah ditambah nilai tertinggi hingga mendapat nilai total 1. Misalnya proporsi pertama 0,061 maka di tabel tertulis 0,061. Nilai ,061 ini akan ditambahkan dengan nilai proporsi kedua menjadi 0,061+0,418 menjadi 0,4769 demikian seterusnya..........(lihat tabel lajur PK).

TABEL ANALISIS MSI


ITEM PERNYATAAN X1


 skor
1
2
3
4
5
F
109
746
682
153
95
P
0,061
0,418
0,382
0,086
0,053
PK
0,061
0,479
0,861
0,947
1

(d)   Setelah nilai PK diperoleh maka nilai itu dikonversikan ke dalam tabel Z (lihat tabel distribusi normal baku (Z) pada LAMPIRAN 1 BUKU AHMAD ZANBAR SOLEH….cari tabel yang ada nilai dari -3,4 hingga 3,4 positif.)
Lihat tabel itu dan cari nilai Z untuk PK 1 yaitu Z untuk 0,061. Dari tabel kita temukan bahwa nilai 0,061 tidak ada. Yang ada adalah nilai 0,0618 yang terletak pada irisan (-1,5: 0,04). Nilai ini lebih besar dari nilai 0,061. Karena itu kita memilih nilai yang ada dibawah 0,061 yaitu nilai 0,0606  yang ada di perpotongan tabel Z pada koordinat (-1,5:0,05). Dengan begitu nilai Z untuk PK1 (0.061) adalah (-1,55)…….           (atau -1,5:0,05). Demikian seterusnya hingga kita menemukan ke lima nilai PK.



Tabel nilai Z untuk PK1 – PK5.

Z
-1,55
-0,1
1,08
1,61
3,4


(e)    Setelah nilai Z untuk telah diketahui maka langkah selanjutnya adalah menetapkan nilai density. Nilai density secara teoritis adalah nilai batas atas kurva normal dan area bawah kurva normal. Nilai density dapat dicari dengan menggunakan tabel Ordinates of the normal Curve (LIHAT LAMPIRAN BUKU DRS ATING SOMANTRI DAN SAMBAS ALI MUDIDIN pada tabel 2).
Nilai Z yang telah kita dapatkan kita konversikan lagi dengan nilai pada tabel Ordinates of Noraml Curve dengan MENGABAIKAN NILAI NEGATIF. Jadi jika nilai -1,55 menjadi bernilai 1,55 untuik keperluan konversi.
Dari hasil konversi diketahui bahwa nilai 1,55 adalah 0,1200, Demikian seterusnya.


DEN
0,12
0,397
0,223
0,109
0,001

(f)    Secara lengkap matriks ini dapat ditampilkan sebagai berikut :


1
2
3
4
5
F
109
746
682
153
95
P
0,061064
0,417927
0,382073
0,085714
0,053221
PK
0,061064
0,478992
0,861064
0,946779
1
Z
-1,55
-0,1
1,08
1,61
3,4
DEN
0,12
0,397
0,2227
0,1092
0,0012



  1. Nilai-nilai dalam tabel di atas akan sangat membantu dalam menyusun nilai skala atau scale value (SV). Dengan menggunakan rumus


     Maka kita dapat memulai langkah dengan :
(a)    menyusun deret atas persamaan dengan memulai mengurangkan nilai densitas (Den) paling kiri dengan nilai densitas (Den) paling kanan. Contoh:

        nilai 0 ditulis karena 0 adalah nilai densitas pertama


(b)   Selanjutnya bagian bawah dari persamaan itu kita masukan nilai proporsi kumulatif paling kanan dikurang nilai paling kiri. Seperti contoh

              

(c)    Setelah nilai persamaannya di dapat maka ditulis lengkap dan diselesaikan operasi hitungnya.

       Demikianlah nilai SV 1 di dapat. Dengan cara yang sama, lakukan perhitungan untuk SV2, SV3,SV4, dan SV5. Hasil perhitungan lengkap terlihat pada tabel berikut :


NILAI SV






SV1=
0 -
0,12
=-0,12
-1,96513761



0,061
  -   0
0,061

















SV2=
0,12
0,397
-0,28
-0,66279491



0,479
0,061
0,418

















SV3=
0,397
0,223
0,174
0,456195748



0,861
0,479
0,382

















SV4=
0,223
0,109
0,114
1,324166667



0,947
0,861
0,086

















SV5=
0,109
0,001
0,108
2,029263158



1
0,947
0,053













  1. Nilai-nilai dalam tabel di atas kemudian ditransformasikan denan cara :

NILAI TRANSFORMASI









DIDAPAT DARI MENCARI NILAI k YAITU NILAI NEGATIF TERBESAR DITAMBAHKAN k
AGAR HASILNYA MENJADI 1








KARENA NILAI NEGATIF TERBESA ADALAH -1,92879746 MAKA NILAI k ADALAH 2,92879746















JADI NILAI TRANSFORMASI ADALAH




















1
-1,97
PLUS
2,965

1







2
-0,66
PLUS
2,965

2,302







3
0,456
PLUS
2,965

3,421







4
1,324
PLUS
2,965

4,289







5
2,029
PLUS
2,965

4,994






















  1. Nilai transformasi kini telah didapat, kemudian nilai itu akan kita gunakan untuk menjadi dasar analisis statistik parametrik penelitian. Perhatikan bahwa nilai-nilai itu akan mengganti nilai 1, 2, 3, 4 dan 5 dari penelitian kita. Kita dapat melakukannya dengan cara:

CARA MENGUBAH NILAI ORDINAL MENJADI NILAI INTERVAL ADALAH


COPY TABEL ORDINAL KE TABEL SPSS








PILIH MENU TRANSFORM










DARI MENU TRANSFORM PILIH SAJIAN RECODE






DI SANA ADA PILIHAN VALUE , MASUKAN NILAI LAMA DI SANA CONTOH 2

KEMUDIAN PADA PILIHAN NEW VALUE, MASUKAN NILAI 2,2




MAKA SECARA OTOMATIS, NILAI 2 BERUBAH MENJADI 2,2 DST…







































  1. diolah seluruhnya dalam tabel skor jawaban responden 


Nilai-nilai dalam tabel di atas kemudian ditransformasikan denan cara
(d)   anjutnya bagian bawah dari persamaan itu kita masukan nilai proporsi kumulatif paling kanan dikurang nilai paling kiri. Seperti contoh

              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar